Seekor tikus mengintip di balik celah di tembok untuk mengamati sang petani dan isterinya, saat membuka sebuah bungkusan.
Ada makanan pikirnya?
Tapi, dia terkejut sekali, ternyata bungkusan itu berisi perangkap tikus. Lari kembali ke ladang pertanian itu, tikus itu menjerit memberi peringatan;
"Awas, ada perangkap tikus di dalam rumah, hati-hati, ada perangkap tikus di dalam rumah!"
Lama kupandangi bocah-bocah yang sedang bermain hujan-hujanan di halaman rumah mereka. Hujan yang sejak pagi mengguyur kota Bandung membuat orang enggan keluar rumah. Desember memang menjanjikan cuaca yang teramat dingin meski kadang tak bisa ditebak. Hawa dingin disertai angin terasa menusuk persendian. Jalanan yang biasanya ramai kini sepi oleh orang-orang yang biasanya hilir mudik melakukan kegiatan (dingin-dingin begitu enaknya memang selimutan di dalam kamar atau makan goreng pisang dengan teh hangat). Yang ada hanya bocah-bocah yang dengan riangnya berlarian dibawah derasnya hujan tanpa takut dingin ataupun sakit. Teriakan orang tua mereka sejak tadi tidak diindahkan sama sekali, mereka terus berkejaran dan bermain air. Akhirnya beberapa orang tua turun juga menentang derasnya hujan untuk “menyelamatkan” anak mereka dari dinginnya air hujan.