Ada satu sifat singa yg sangat menonjol yaitu bila ia sudah menetapkan targetnya maka ia tidak akan pernah mundur terhadap apapun sampai ia mendapatkan buruannya, baik itu secara sendiri maupun berkelompok , bisa saja mereka gagal dalam perburuan tetapi mereka tak akan pernah jera dalam berburu .
"Gagal sekali bukan berarti gagal samasekali. Jangan pernah mundur terhadap kegagalan dan tantangan apapun, sampai kesuksesan itu dapat kamu raih ."
Khawatir akan mengalami kegagalan itu sangat manusiawi tetapi sama seperti sampah yg harus dibuang setiap hari maka kekuatiranpun juga harus selesai setiap hari sebelum matahari terbenam.
Percaya diri sepenuhnya itu yg akan memberimu ketenangan maka hidupmu akan damai,dan tenang.
Berdoalah karena itu akan memberimu Kekuatan .
Setengah jam menjelang makan siang, dari kejauhan mata saya menangkap sosok tua dengan pikulan yang membebani pundaknya.
Dari bentuk yang dipikulnya, saya hapal betul apa yang dijajakannya, penganan langka yang menjadi kegemaran saya di masa kecil.
Segera saya hampiri dan benarlah, yang dijajakannya adalah kue rangi, terbuat dari sagu dan kelapa yang setelah dimasak dibumbui gula merah yang dikentalkan.
Nikmat, pasti.
Hanya tindakan "segera" yang dapat menyelesaikan sebuah krisis.
Pada suatu hari, sebatang paku berkarat tergeletak di pintu masuk. Dan pagi itu seorang Bapak masuk. Saat melalui pintu tersebut, ia tidak melihat keberadaan paku berkarat itu ( tidak sadar - no awareness ). Untungnya tidak terjadi apa2 pada
Bapak tersebut.
Kesabaran
Salah satu aspek dari Emotional Intelligence adalah mampu menghadapai masalah secara matang dan stabil emosinya.
Dibawah ini salah satu contohnya.
Jangan meremehkan Orang
Posted by tintingouw: March 11, 2006 10:27
John Barxton ...... Akhirnya mengemis pada Bill Gates mohon pekerjaan bagi anaknya....... Bill Gates orang yang dia pecat enam tahun lalu dari perusahaannya saat Bill Gates tak sengaja menyenggol dengan tongkat mobil dinasnya (Bill Gates saat itu memakai tongkat untuk berjalan) .....
Kisah berikut ini sangat menyentuh perasaan, dikutipdari buku "Gifts From The Heart for Women" karangan Karen Kingsbury. Buku ini dapat Anda peroleh di toko buku Gramedia, maupun toko buku lainnya.
Bahkan Seorang Anak Berusia 7 Tahun Melakukan YangTerbaik Untuk .....
Written by Sutarno BA
hari ini : Seo
rang pengusaha muda dan kaya baru saja memenangkan tender yang bernilai Milyaran. Dengan bangga akan keberhasilannya pemuda kaya ini membeli sebuah mobil Soprt yang sangat mewah dan tentu saja sangat mahal, sebuah Ferari berwarna merah. Dengan kecepatan tinggi dipacunya kendaraannya mengelilingi jalanan disekitar perumahannya, dirinya penuh dengan rasa bangga dan puas diri akan segala keberhasilannya yang telah diraihnya.
Dipinggir jalan, pemuda itu melihat beberapa anak kecil yang sedang bermain sambil melempar sesuatu. Dia pun menghindar dan berbelok menjauhi anak yang sedang bermain tersebut. Tiba-tiba, dia melihat seorang anak kecil yang melintas dari arah mobil-mobil yang sedang diparkir dipinggir jalan. tapi bukan anak-anak yang sedang bermain sebelumnya. "Buk . . .!!!" Aaah . ., ternyata ada sebuah batu seukuran kepalan tangan yang dilempar anak tersebut mengenai Ferari merah pemuda kaya ini, sehingga pintu kiri ferari merah ini penyok tergores batu. "Ciitttt..." ditekannya rem mobil kuat-kuat sehingga ban mobil menggaris hitam di atas aspal. Dengan geram, pemuda kaya ini memundurkan mobilnya ketempat arah batu itu dilemparkan. Dengan marah yang memuncak, keluar dari mobil, ditangkap dan ditariknya kerah baju anak kecil yang dia tahu pasti telah melemparkan batu ke mobilnya. Didesak anak itu dan dipojokkan kersebuah mobil yang sedang diparkir. "A
pa yang telah kamu lakukan!?!" teriaknya penuh amarah. "Lihat apa yang kamu lakukan pada mobilku yang baru". "Sekarang pintunya penyok!" sambil jarinya menunjuk pintu mobil dengan gemetar karena marah. "Ini mobil ferari baruku, tidak murah untuk memperbaikinya." Serunya dengan penuh rasa kesal dan geram.
Si anak kecil tampak sangat pucat dan menggigil ketakutan, mulutnya pun bersuara dengan gemetar berusaha untuk meminta maaf. "Maaf pak, Maaf. Saya benar-benar minta maaf, sebab saya sudah tidak tahu harus berbuat apa." Air mata anak itupun mulai mengalir dan raut mukanya tampak ketakutan. Tangannya dsatukan memohon ampun. "Maaf pak, saya melemparkan batu itu karena tidak ada seorangpun yang mau berhenti ...." Air mata anak itupun semakin deras mengucur dipipi dan lehernya, Anak itu pun mulai menunjuk kesuatu arah didekat mobil-mobil yang sedang diparkir tadi. "Itu kakakku yang lumpuh ada disana. Dia terpeleset dan jatuh dari kursi rodanya. Saya berusaha mengangkatnya tapi tidak kuat, kakakku terlalu berat. Saya sudah berteriak meminta tolong tetapi tak ada yang mau menolong saya. Badan kakakku terlalu besar untuk kupapah, dan sekarang dia sangat kesakitan.." Isak tangis anak inipun semakin keras sambil menatap wajah pengusaha muda, yang mulai tergerak hatinya. "Maukah bapak membantu saya mengangkat kakakku ke atas kursi roda?" katanya dengan penuh harap. "Tolonglah, kakakku terluka tapi saya tak sanggup mengangkatnya."
Pemuda kaya ini terdiam seribu bahasa, tak mampu brkata-kata lagi. Diikuti arah yang ditunjuk anak kecil ini, dilihatnya seorang pemuda cacat tergeletak dan mengerang kesakitan. Semua amarah dan emosinya mendadak hilang dan brubah menjadi iba. Segera dia berjalan mendekati lelaki tersebut, diangkatnya ke kursi rodanya. Kemudian diambilnya sapu tangan yang mahal dari sakunya, untuk mengusap luka di lutut yang memar dan tergores, seperti sisi pintu mobil ferarinya yang baru. Setelah rasa kaget dan ketakutannya hilang, beberapa saat kemudian kedua anak itupun berterima kasih dan mereka akan baik-baik saja.
Image"Terima kasih, semoga Tuhan membalas perbuatan baik bapak.." Anak itupun mendorong kursi roda kakaknya meninggalkan pengusaha muda yang masih nanar menatap kepergian mereka. Mata pemuda ini terus mengikuti keduanya berjalan menjauh melintasi sisi jalan dan menghilang kedalam rumah mereka.
Berbalik arah, pengusaha muda tadi berjalan dengan perlahan menuju Ferari miliknya. Ditelusuri pintu Ferari merahnya yang telah tergores oleh lemparan batu tersebut
sambil merenungkan kejadian yang baru saja dilewatinya. Kerusakan pintu Ferarinya yang baru bisa jadi bukanlah hal yang sepele, tetapi pengalaman tadi sangatlah menghentakkan perasaannya. Kejadian yang sangat membekas akhirnya membuat pemuda ini memilih untuk tidak memperbaiki goresan itu. dibiarkannya cacat pintu mobilnya agar tetap mengingatkannya pada kejadian ini dan agar pesan itu tetap nyata terlihat :
"Janganlah melaju dalam hidupmu terlalu cepat, karena seseorang akan melemparkan batu untuk menarik perhatianmu"
**- Sama dengan kendaraan, hidup kita akan selalu bergerak dan dipacu untuk tetap berjalan. Disetiap sisinya hidup itu juga akan melintasi berbagai macam hal dan kenyataan. Namun apakah kita memacu hidup kita dengan terlalu cepat? sehingga tidak pernah ada waktu untuk melihat dan memperhatikan sekeliling kita? Tuhan akan selalu berbisik dalam Jiwa, dan berkata lewat kalbu kita. Kadang kita memang tidak punya waktu untuk mendengar, menyimak atau menyadari setiap ucapan-Nya. Kita memang terlalu sibuk dengan berbagai urusan dengan penuh nafsu, hingga terlupa pada banyak hal yang melintas. Kadang memang ada yang akan 'melemparkan batu' buat kita agar kita mau dan bisa berhenti sejenak. Semuanya terserah pada kita. Mendengar bisikan-bisikan dan kata-kata-Nya, atau menunggu ada yang melemparkan batu-batu itu buat kita.
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. - R12:11
-- dilansir dari DEMU, 07 Nov 2005
Last Updated ( Sep 26, 2007 at 11:59 AM )